Redaksi
Minggu, 21 April 2024, April 21, 2024 WIB
Last Updated 2024-04-21T09:20:56Z
NasionalTni

Pusdik Zeni TNI AD Kunjungi BRIN, Tingkatkan Pengetahuan Keamanan Nuklir

BRIN Terima Kunjungan Pusdik Zeni TNI AD, Tingkatkan Pengetahuan Keamanan Nuklir pada Kamis (18/4/2024) di KST B.J. Habibie Serpong/ foto: Humas BRIN

Jakarta, - Pusat Pendidikan (Pusdik) Zeni TNI Angkatan Darat (TNI-AD) melakukan kunjungan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie Serpong, yang dilakukan pada Kamis (18/4/2024) lalu.


Kunjungan tersebut diterima baik oleh BRIN, hal itu dilakukan oleh Pusdik Zeki TNI AD untuk meningkatkan pengetahuan teknik pengamanan bahaya nuklir bagi para siswa Pendidikan Perwira Nuklir, Biologi, Kimia (Nubika) 2024.


”Kami berharap para siswa mendapatkan ilmu yang bermanfaat terkait pengamanan bahaya nuklir. Jika suatu saat menjumpai kejadian, mereka telah memiliki gambaran apa yang harus mereka lakukan terkait keamanan nuklir,” ujar Mayor Czi. Chotamin dari Pusat Pendidikan Zeni TNI-AD, dikutip dari keterangan tertulis Humas BRIN pada Sabtu (20/4/2024).


Koordinator Pelaksana Fungsi Pemeliharaan Reaktor, Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK)-BRIN, Cahyana, turut  menyampaikan bahwa kerja sama BRIN dengan Pusat Pendidikan Zeni TNI-AD telah berlangsung cukup lama.


“Beberapa kegiatan bersama dilaksanakan secara rutin. Diantaranya pelatihan uji coba kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir,” ujar Cahyana.


“Instalasi nuklir merupakan objek vital. Dengan adanya kerja sama dengan Nubika, maka jika terjadi sesuatu terkait dengan keamanan dan keselamatan reaktor, akan lebih mudah mendapat layanan dari Nubika,” tambah Cahyana.


Salah satu narasumber dari Pengembang Teknologi Nuklir Ahli Utama, Yusi Eko Yulianto, menjelaskan bahwa keberadaan reaktor G.A Siwabessy di KST B.J Habibie Serpong telah banyak mendatangkan manfaat, baik untuk BRIN sendiri maupun untuk kemajuan riset dan pengembangan teknologi nuklir secara luas.


“Pemanfaatan reaktor nuklir G.A Siwabessy diantaranya adalah produksi radioisotop untuk bidang kesehatan maupun industri. Untuk pewarnaan batu permata. Selain itu juga untuk analisa aktivasi neutron, radiografi neutron, riset hamburan neutron, riset dan pengembangan elemen bakar nuklir, serta untuk edukasi dan pelatihan,” jelas Yusi.


Yusi juga menyampaikan tentang Sistem Proteksi Reaktor (RPS), yaitu sistem integral dari Reaktor G.A. Siwabessy yang merupakan unit terpenting dalam fasilitas reaktor. Dalam manajemen operasi, RPS melakukan keandalan operasi untuk menjaga parameter operasi dalam kondisi aman.


“RPS melindungi operasi dari semua perluasan parameter. RPS terdiri dari komponen modular elektronik, dan harus bekerja 24 jam sehari dan tidak ada jeda dalam umur reactor. Dimana sampai saat ini umur Reaktor G.A. Siwabessy sudah lebih dari 33 tahun,” kata Yusi.


“Perancangan RPS pada dasarnya mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan. Oleh karena itu perancangan RPS harus mempertimbangkan aspek keandalan yang tinggi, redundansi, diversity dan isolasi,” tambah Yusi.


Ia kembali menjelaskan bahwa keamanan nuklir adalah upaya untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons semua bentuk kejahatan atau tindakan yang sengaja dilakukan dengan melibatkan bahan nuklir atau zat radioaktif atau sabotase terhadap fasilitas nuklir, instalasi nuklir, fasilitas radiasi, atau pengangkutan zat radioaktif.


“Proteksi fisik yang dijalankan di Instalasi Nuklir Serpong (INS) adalah mencegah pemindahan bahan nuklir secara tidak sah, menemukan kembali bahan nuklir yang hilang, mencegah sabotase terhadap instalasi dan bahan nuklir, memitigasi konsekuensi yang ditimbulkan sabotase, serta mencegah pencurian dan kejahatan konvensional lainnya. Sehingga bahan nuklir, yaitu Uranium, Plutonium, Thorium dan Zat Radioaktif tidak jatuh ke tangan orang atau pihak yang tidak bertanggungjawab dan disalahgunakan,” jelas Yusi.


Yusi menekankan pentingnya pengelolaan limbah radioaktif untuk keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar serta menjelaskan layanan Instalasi Pengelolaan Limbah Radioaktif (IPLR) BRIN.


“IPLR BRIN menyediakan beberapa layanan yaitu Pengelolaan Limbah Radioaktif, Pembinaan Teknis Pengelolaan Limbah Radioaktif, Edukasi Pengelolaan Limbah Radioaktif, Penitipan Zat Radioaktif, Penerimaan kunjungan, serta Bimbingan Tugas Akhir dan Praktek Kerja Lapangan,” ujarnya.


Salah satu peserta kunjungan yang berasal dari Batalyon Zeni Tempur 18 Kodam IX Udayana, Agung Harseno, menyampaikan bahwa ia mendapatkan manfaat dari kegiatan kunjunganya ke BRIN, salah satunya yakni dapat mengetahui pengetahuan terkait pengelolaan serta penggunanaan sistem keamanan nuklit.


“Kita dapat mengetahui tentang ilmu proteksi nuklir yang ada di Indonesia, khususnya bagaimana pengolahan lalu penggunaannya dan tentunya akan diapakan energinya. Kami jadi mengetahui bagaimana dan apa yang akan kita lakukan apabila ada bahaya nuklir. Juga mengetahui tentang kedaruratan yang ada di Indonesia,” ujar Agung.


Agung juga menyatakan siap untuk menghadapai dan melaksanakan sistem pertahanan bagai keutuhan bangsa Indonesia


“Untuk kami, khususnya sebagai perwira siswa pendidikan Nubika, tentunya kami akan siap menghadapi, sejak mendapat ilmu dan penjelasan dari BRIN. Kedepannya pasti bisa kita manfaatkan dan kembangkan secara pertahanan,” katanya.



sumber infopublik.id