Redaksi
Jumat, 19 April 2024, April 19, 2024 WIB
Last Updated 2024-04-19T10:12:15Z
Daerah

Klarifikasi dan Merasa Dirugikan Di Facebook, DPC PJI Kudus Angkat Bicara

Kudus - Marak nya penjualan BBM jenis pertalite  di beberapa wilayah hukum Kabupaten kudus akhir akhir ini sangatlah memprihatinkan. Pada 14 April 2024 berawal kejadian di pom bensin   jalan Jepara -Kudis Desa Garung kidul, team investigasi Media dan Lembaga melihat Ferdy melakukan pembelian berulang-ulang di Pom Besin tersebut


Dan akhirnya senin 15 April 2024 team melakukan investigasi ke lokasi rumah  Ferdy Saputro alamat Banget RT1 RW 2 Kecamatan Kaliwungu nanum di saat yang bersamaan devi operator SPBU juga hadir mengaku sebagai saudara dari ferdy ikut menjelaskan terkait pembelian yang berulang-ulang yang di timbun di lokasi tersebut. 


Namun ferdy tidak berkenan team untuk turun ke lokasi dengan nada kasar meminta putar balik saja, dari pengamatan team dilokasi terlihat sekitar lebih dari 7 Drum puluhan dirijen (gembes red) dan beberapa pertalite dalam kemasan botol satu litrean,ahkirnya teampun memutuskan untuk kembali dengan berpamitan dengan ferdi dan devi sang operator SPBU


Namun tidak disangka setelah satu hari pertemuan tersebar di media sosial Facebook foto foto team dengan ditambahi keterangan yang sangat menyudutkan dan merendahkan seolah olah team selalu hadir di di setiap pengecer meminta minta jatah uang.


Ketua DPC   Kudus Mardiana  karena merasa dirugikan tentang pemberitaan  di fb  komunitas pertalite saat berkunjung kerumah pedagang pertalite telah mengadu ke polres kudus jam 10.30 malam atas tindakan FENDY SAPUTRO yang mengunggah foto dan kata kata kasar di media sosial  Facebook komunitas  pedagang pertalite ( pom mini). 


Mardiana ,teman teman merasa dirugikan   besar atas unggahan foto  di media sosial yang sudah  menyebar ,Kata kata yang tidak pantas di sebarkan  , FITNAH serta tuduhan kejam  atas perkataan FENDY SAPUTRO. 


 " Sekali kamu kasih  kamu akan dijadikan sapi perah  mereka "


Kalimat tersebut dirasa sangat menginjak injak harga diri saya ucap mardiana dengan tegas  Apalagi kalimat tentang   MEMINTA dan menerima uang dari FERDY SAPUTRO.  ITU TIDAK BENAR  


Saya dapat kabar lewat WA ,telp beberapa media yang menanyakan kebenaran  berita tersebut   jawab saya  baru berjumpa sekali dirumah Fendy itupun sebagai tamu kami tidak  dipersilahkan  duduk, dihalaman depan dengan nada tinggi kami team dibentak bentak oleh nya . Kata kata kasar terucap dari mulut pedagang pertalite, lalu team  dipaksa putar balik serta  Fendy menantang untuk minta dilaporkan ke pada pihak berwajib. 


 LS ( inisial) saat itu  menjelaskan di ruang mediasi Kapolsek kaliwungu jam 8.30 malam  mediasi dengan   kakak beradik pengangsu pertalite  tersebut bahwa  ketika kerumah Fendy  LS tidak pernah mengucapkan kata sekalipun mengapa dikatakan lsm dan meminta uang kepada mereka "  Ucap nya. 


Kenapa wajah saya di apload di media sosial, salah saya apa karena sebagai anak buah saya bekerja mendampingi bu Ketua  " Imbuhnya . 


SK ( inisial) lembaga MPK  tegaskan  kami tidak mengucap uang . Memang sehari sebelum tanggal 15 saya bertemu di lokasi pembelian BBM jenis pertalite dengan jumlah yang banyak dengan cara membeli berkali kali di pom bensin lalu memindahkan ke dalam  girigen( bahasa mereka gemes) . Ada apa sebenarnya saat itu kenapa ketika  mengingatkan cara seperti itu mereka marah marah lalu Lari meninggalkan gerigen ke lokasi tersebut." Ucap nya . 


Kanit serse Haryono polsek kaliwungu memfasilitasi mediasi  kedua belah pihak tidak membuahkan hasil,  jika UU ITE   laporkan saja ke polres kudus" jelas, nya. 



Sumber: Release_Diana