Redaksi
Senin, 20 November 2023, November 20, 2023 WIB
Last Updated 2023-11-20T08:39:34Z
Daerah

Banjir di Natuna, 20 Rumah Terendam dan 17 Jiwa Mengungsi

Personil gabungan melakukan evakuasi warga terdampak banjir desa Ranai Kota, kec Bunguran Timur, kab Natuna pada Minggu (19/11). Foto: BPBD Kab Natuna


Jakarta - Terjadi banjir di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Minggu (19/11). Kejadian banjir dipicu hujan deras pukul 08.00 WIB. Wilayah terdampak meliputi desa Batu Hitam, Desa Bandarsyah, Desa Ranai Kota, Desa Sebadai Ulu di Kecamatan Bunguran Timur. 


Laporan Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban jiwa sebanyak 17 jiwa mengungsi, dan 20 KK terdampak, sedangkan kerugian materil sebanyak 20 unit rumah terendam dan 1 unit motor terseret sungai. 


Sementara itu informasi dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Natuna Raja Darmika melalui sambungan telepon, Senin (20/11) mengatakan, Upaya penanganan banjir BPBD Kabupaten Natuna melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Serta melakukan pengumpulan data informasi, memberikan pertolongan, evakuasi dan bantuan logistik.



“Bencana banjir setinggi 100 cm yang terjadi merupakan becana banjir genangan yang rutin terjadi. Ini disebabkan oleh intensitas hujan meningkat, ditambah kurang baiknya drainase perkotaan serta adanya fungsi lahan sebagai daerah resapan telah berganti. Oleh sebab itu perlu upaya serius untuk melakukan kegiatan pencegahan dan mitigas bencana banjir kota Ranai. Bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai harus lebih waspada. Walaupun kondisi banjir berangsur surut, namun hujan masih terjadi, ujar Raja.


Berdasarkan info dari laman website Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi cuaca di Kabupaten Natuna pada Selasa (21/11) berawan di siang hari dan hujan lebat saat malam sedangkan pada Rabu (22/11) kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang.


BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Pastikan pemeliharaan drainase primer, sekunder dan tersier dilakukan agar infrastruktur keairan yang ada bisa berfungsi optimal saat menampung dan mengalirkan debit air saat curah hujan tinggi.[]