Redaksi
Jumat, 13 Oktober 2023, Oktober 13, 2023 WIB
Last Updated 2023-10-13T09:48:01Z
DaerahKesehatan

Resmikan Poskestren, Pesan Stafsus Wapres: Santri Harus Sehat untuk Bangun Peradaban

Cirebon - Seiring peringatan Hari Santri 2023, Staf Khusus Wakil Presiden RI Dr. R.Gatot Prio Utomo berpesan kepada seluruh santri di Indonesia agar menjaga kesehatan dirinya dan lingkungan pesantren. Kesehatan santri adalah modal utama santri untuk membangun peradaban Indonesia di masa yang akan datang. Dengan menjadi sehat, terbebas dari gizi buruk dan stunting, para santri dapat belajar dan meningkatkan profesionalitasnya dengan baik.


Pesan ini disampaikan dalam sambutan Peresmian Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren)  yang dibangun oleh NU Circle bekerjasama dengan Pondok Pesantren Khas Kempek, di Cirebon, Jawa Barat hari ini (13/10).  Hadir dalam kesempatan ini Pengasuh PP Khas Kpek KH Mustofa Aqil Syiradj, para ulama, tokoh masyarakat, praktisi kesehatan dan dokter senior, serta  pengurus NU Circle.

“Alhamdulillah, seiring peringatan Hari Santri Tahun 2023,  Kerjasama NU Circle dan Ponpes KHAS Kempek berhasil melahirkan  karya nyata untuk santri Indonesia yaitu Berdirinya Pos Kesehatan Pesantren di Ponpes Khas Kempek. Ini perjuangan kecil yang berdampak besar bagi kebangkitan santri Indonesia di masa yang akan datang,” tegas Gatot Prio Utomo.


Menurutnya, pendirian Poskestren merupakan bagian dari visi besar NU Circle dalam membangun Masyarakat Profesional Santri  dan meningkatkan kesejahteraan warga nahdliyin. Santri harus sehat dan profesional sehingga kehadiran  santri di mana pun di seluruh negeri ini dan di dunia global akan mewarnai dan memberikan manfaat serta inspirasi bagi masyarakat.


“ Khoirunnas anfauhum linnas. Sebaik baik kita adalah yang paling banyak manfaatnya bagi masyarakat. Santri seperti inilah yang dicita citakan oleh NU Circle dan kita semua,” ujar Gatot. Pada Jumat 13 Oktober 2023.


Poskestren ini beroperasi setiap hari dengan dan dijaga oleh dokter serta perawat. Dukungan peralatan medis, alat kesehatan dan obat-obatan  cukup sebagai fasilitas kesehatan dasar. Santri dapat berobat dengan lebih mudah dan cepat karena tidak harus menempuh perjalanan keluar pondok.



Sebagai Staf Khusus Wakil Presiden RI dan Ketua Umum NU Circle, Gatot menyatakan bahwa hal-hal besar harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang terus ditumbuhkan. Perubahan yang signifikan dapat  dimulai dari hal-hal kecil seperti mengedukasi tentang pola hidup bersih sehat, mencegah pernikahan dini, dan menekankan pentingnya sanitasi yang baik. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga tentang martabat manusia.


“Stunting  adalah salah satu tantangan besar yang kita hadapi. Bayangkan, satu dari lima anak Indonesia mengalami Stunting. Ini bukan hanya angka, tetapi juga potret masa depan bangsa kita yang mungkin terancam,” katanya.


Di  tengah ancaman tersebut,  ada harapan besar yang tumbuh dan terus bergerak di pesantren. Bersama NU Circle, Pondok Pesantren KHAS Kempek telah membuktikan bahwa edukasi dan kesadaran hidup sehat bisa dimulai dari pesantren.


“Melalui peresmian Pos Kesehatan ini, pesantren menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mendidik agama tetapi juga mendidik masyarakat dalam aspek kesehatan. Pesantren menjadi garda terdepan dalam menyehatkan santri dan lingkungannya serta bersama-sama  melakukan  pencegahan Stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.


Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon memberikan contoh bahwa pesantren bisa menjadi pusat pencerahan dan perubahan. Ini adalah salah satu wujud nyata bahwa pesantren adalah mitra pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.


“Saya ingin mengajak seluruh warga pesantren  dan masyarakat di lingkungan pesantren untuk bersama-sama mendukung inisiatif ini. Mari kita jadikan pos kesehatan ini bukan hanya sebagai tempat pelayanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan informasi,” tegas Gus Pu, sapaan akrab Gatot Prio Utomo.


Baginya,  membangun generasi sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Hal ini bukan hanya tentang kesehatan semata, tetapi tentang bagaimana bangsa Indonesia  membangun peradaban baru Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. (*)