Redaksi
Senin, 16 Oktober 2023, Oktober 16, 2023 WIB
Last Updated 2023-10-16T13:50:41Z
Daerah

Pengukuhan FPRB Konawe Utara dan Kisah Teladan Seorang Pemimpin

Bupati Konawe Utara Ruksamin (kanan) menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Konawe Utara, Jepri Pranata, dalam upacara pengukuhan ketua dan anggota FPRB tahun 2023-2028 di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/10).


Konawe Utara  - Labengki Kecil, sebuah pulau di antara gugusan Kepulauan Labengki, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menjadi lokasi pengukuhan ketua dan anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Konawe Utara periode tahun 2023-2028.


Acaranya digelar pada Sabtu (14/10) malam di tengah-tengah lapangan bola kebangaan Desa Labengki, disaksikan perwakilan pejabat eselon 2 di Lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tentunya masyarakat yang hadir di sana.


Mereka yang dikukuhkan ini adalah pemuda-pemudi terbaik dari lintas instansi dengan konsentrasi berbeda-beda. Ada yang dari sektor pendidikan, kesehatan, pengembangan perekonomian masyarakat, teknik sipil, pertanian, perencanaan pembangunan hingga relawan pegiat kebencanaan.


Prosesi sakral pengambilan sumpah pengukuhan ini dilakukan oleh seorang pioneer di Kabupaten Konawe Utara bernama Ruksamin, kepada 29 pemuda-pemudi agen penanggulangan bencana dengan ketua yang dilantik bernama Jepri Pranata.


Dalam orasinya sebagai ketua FPRB Konawe Utara yang baru, Jepri menyerukan komitmen untuk mempertahankan segala unsur yang ada di Konawe Utara sebagai pondasi utama ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Kenapa mempertahankan? Sebab tonggak awal dalam membentuk masyarakat tangguh bencana telah diinisiasi oleh sosok yang baru saja melantiknya menjadi ketua, yakni Ruksamin, yang tak lain adalah Bupati Konawe Utara.


Bagi Jepri, Ruksamin adalah sosok pemimpin yang humanis dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di bidang kebencanaan. Dia kemudian mengenang kisah seorang bupati yang mau turun ke lapangan untuk menyelamatkan warganya dari amukan banjir bandang tahun 2021. Pada saat itu, lebih dari 800 rumah terdampak banjir dahsyat, namun tak seorangpun menjadi korban.


Dialah Ruksamin, yang dengan sigap mengajak warganya untuk melakukan mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan sesaat sebelum petaka itu terjadi. Apa yang telah dimulai Ruksamin itu kemudian menjadi teladan dan menginspirasi seorang Jepri berikut koleganya. Atas nama pribadi maupun Ketua FPRB Konawe Utara, Jepri menyatakan kebanggaannya kepada sosok pemimpin yang telah memberikan bukti nyata.


“Kita ingin mempertahankan unsur-unsur yang ada di Konawe Utara untuk terus menjaga ketangguhan masyarakat dalam mengadapi potensi bencana,” kata Jepri.


“Bupati kita sudah memulainya. Maka kami dan kita semua harus bisa menjaganya. Ini menjadi semangat kami,” imbuhnya.


Pesan Dari Leluhur


Pada pertemuan yang khidmat itu, Ruksamin pun tak bisa menyembunyikan rasa haru sekaligus bangga memiliki ketua dan anggota FPRB yang baru. Baginya, mereka ini adalah agen-agen terbaik yang memiliki komitmen untuk mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran demi ketangguhan antar sesama. Mereka adalah motor-motor penggerak yang siap jika diperlukan kapan saja.


Ruksamin sangat berharap kepada para pemuda-pemudi itu untuk selalu menjaga marwah yang telah dimulainya sejak menjabat sebagai Bupati Konawe Utara selama dua periode. Menurutnya, sebagai insan yang hidup di muka bumi mau tidak mau harus dapat menerima segala bentuk anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, mulai dari kebaikan termasuk bencana. Itu menjadi bagian dari konsekuensi yang harus dijalani. Namun bagaimanapun, prinsip untuk selamat dari bencana harus tetap dipertahankan.“Bencana boleh terjadi, tapi korban jiwa jangan sampai ada. Ini pesan yang harus terus kita jaga,” kata Ruksamin.


Sebagai putra daerah yang diberikan kepercayaan menjadi seorang pemimpin, Ruksamin turut mengajak segenap warga untuk terus menjaga dan merawat pesan leluhur “Konasara” atau yang berarti perintah untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat. Menurutnya, barang siapa yang menjunjung nilai adat, maka dialah yang dianggap layak menjadi pemimpin bagi warganya.


Melalui pengalaman pribadi yang sarat akan peran kepemimpinan di bidang penanggulangan bencana, Ruksamin berharap apa yang melekat di dalam dirinya dapat dijadikan teladan kepada ketua dan anggota FPRB yang baru, yakni untuk selalu mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan sesama, khususnya di bidang penanggulangan bencana.


“Konasara memiliki arti seruan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai adat. Siapa yang menjunjung tinggi nilai adat, maka dialah yang dianggap tertua dan sebaliknya,” ungkap Ruksamin.


“Bencana tetap dan pasti ada, tetapi bagaimana kita sigap untuk menghadapi bencana,” tegasnya.


Keselarasan Pemerintah dan Masyarakat


Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan, Nadhirah Seha Nur, yang mewakili sekaligus representasi Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., menyanjung tinggi keselarasan antara pemerintah dan masyarakat yang terus berkolaborasi dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat. Nadhirah optimis penanganan bencana di Konawe Utara akan semakin baik dan dapat dijadikan contoh.


Alumni Universitas Halu Oleo Kota Kendari itu menyaksikan wilayah Kabupaten Konawe Utara sudah banyak berbenah di bawah kepemimpinan Ruksamin. Selain kemajuan di sektor ekonomi, pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur, kisah-kisah heroik tentang penanggulangan bencana juga banyak tersiar dari Konawe Utara.


Nadhirah mengakui ada banyak kisah sukses tentang penanggulangan bencana di Tanah Air, namun yang terbaik adalah dari Konawe Utara. Bahkan Nadhirah bersaksi, pada tiga periode Kepala BNPB -Doni Monardo, Ganip Warsito hingga Suharyanto- , Kabupaten Konawe Utara selalu disebut-sebut menjadi yang terbaik dalam penanggulangan bencana.


"Saya atas nama pribadi dan sebagai perwakilan BNPB mengaku bangga dengan Konawe Utara. Ini adalah kolaborasi yang bagus antara masyarakat dan pemerintah. Ini yang harus kita jaga," ungkap Nadhirah.


"Saya bersaksi. Tiga periode Kepala BNPB menyatakan Penanganan bencana di Konawe Utara sukses. Ini adalah komitmen Ini yang harus disyukuri," pungkas Nadhirah.[]

SIARAN PERS BNPB