Redaksi
Rabu, 13 September 2023, September 13, 2023 WIB
Last Updated 2023-10-07T13:32:29Z
Daerah

Terkait Ratusan Warga Sungai Tengar Kendawangan Lapor ke Presiden, Berikut Penjelasan dari PT. WHW AR


Ketapang - Perihal Warga Dusun Sungai Tengar Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang Mengirim surat kepada bapak presiden.


Berita Terkait: Kecewa Dengan PT WHW AR, Ratusan Warga Sungai Tengar Kendawangan Lapor Ke Presiden → https://www.kabarseputarindonesia.com/2023/09/kecewa-dengan-pt-whw-ar-ratusan-warga.html?m=1



Dalam perihal ini, Head of Corporate Communication PT WHW Suhandi Basri dalam siaran persnya yang dikirim kemedia ini pada Rabu (13/9/23) Via whatsapp menjelaskan sebagai berikut ;


Maka dengan ini kami, PT Well Harvest Winning Alumina Refiner (“Perusahaan”) tanggapi sebagai Sebagaimana telah disampaikan dalam hak jawab kami pada artikel sebelumnya, bahwa Smelter Grade Alumina yang diproduksi tidak mengakibatkan gatal-gatal pada kulit (“no skin irritation”) yang telah diteliti oleh laboratorium independen dan dituangkan dalam dokumen Lembar Keselamatan Bahan/ MSDS (Material Safety Data Sheet), dan sekiranya keluhan gatal-gatal tersebut masih tetap ada, maka kami mendorong masyarakat untuk segera memeriksakannya ke Puskesmas / dokter terdekat.


Demikian pula halnya tentang pertemuan antara Tim CSR dengan warga yang telah kami sampaikan dalam hak jawab kami pada artikel sebelumnya bahwa pertemuan tersebut merupakan dialog informal antara Tim CSR kami dengan kelompok kecil masyarakat tentang laporan debu alumina pada saat bongkar muat yang dapat sampai ke rumah penduduk jika disertai angin yang cukup kencang atau karena cuaca kurang baik yang akan diperiksa lebih lanjut dan membicarakan prospek ekonomi dalam pengembangan ternak kambing di kelompok masyarakat.


Oleh karenanya program tersebut bukanlah merupakan bentuk pengakuan tidak langsung kami terkait debu alumina sebagaimana telah dipublikasikan.



Bahwa terkait dengan perhatian warga tentang kualitas udara, maka kami telah menjelaskannya melalui surat resmi tanggal 16 Agustus 2023 No: 046/WHW-COMPLIANCE/VIII/2023 dimana telah kami jawab dengan tegas bahwa kami tidak dapat memgakomodir permintaan relokasi sebagian warga tersebut karena tidak tercantum dalam dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup).


Dan Bahwa terkait dengan aspek Compliance (Kepatuhan), Perusahaan berkomitmen mematuhi seluruh perizinan dan peraturan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.


Bahwa juga narasumber yang disebutkan dalam artikel-artikel pada laman-laman sebagaimana tersebut diatas ,(point a,b,c,d,e,f,g,h) menyampaikan kepada Perusahaan bahwa narasumber tersebut tidak pernah diwawancarai oleh media-media tersebut. Olehkarenanya kami peringatkan bahwa tindakan menyampaikan.


Publikasi dengan narasumber fiktif merupakan praktek tidak terpuji dan wajib mempertanggungjawabkannya sesuai dengan hukum yang berlaku.ujarnya suhandi dalam pers rileasnya.


Lanjutnya Perusahaan akan dilakukan verifikasi data terlebih dahulu dan apabila hasil verifikasi adalah negatif (tidak terdaftar atau tidak ditemukan), maka diperlukan kajian dan pembuktian dari pihak independen sesuai dengan peraturan yang berlaku guna menghindari prasangka. Hal ini sesuai dengan peraturan yang berlaku termasuk ketentuan Dewan Pers dan prosedur Perusahaan (“Prosedur”).


Hal ini terbukti karena didalam menjalankan kegiatan operasional pengolahan dan pemurnian bijih bauksit berikut hasil produksinya berupa Smelter Grade Alumina,  Perusahaan senantiasa diawasi oleh pemerintah, dalam hal ini Balai Pengamanan dan Penegakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).Jelasnya suhandi. [dima/atin.rill*]