Redaksi
Jumat, 01 September 2023, September 01, 2023 WIB
Last Updated 2023-09-01T14:09:56Z
Daerah

Implementasi Etika Dalam Bidang IT yang Berbudi Luhur Serta Sikap Sebagai Umat Islam Dalam Mensikapi Perkembangan Teknologi Informasi

 

Moch Reza Aridian 

Pandeglang - Dalam rangka pengembangan ilmu IT di zaman modern mahasiswa Budi Luhur Jakarta kembangkan teori IT untuk kemajuan islan di zaman modern.


Kegiatan pembuatan artikel ini untuk memenuhi tugas Magister Komputer di univessitas Budi Luhur Jakarta untuk. ucap Moch Reza Ardian kepada wartawan Kabarseputarindonesia.com, Jumat (1/09/2023). 


Lanjut Reza Seiring dengan perkembangan zaman, ada banyak permasalah di kalangan masyarakat Muslim yang tidak ada di Era Nabi Muhammad SAW. Permasalahan ini memerlukan solusi yang tepat dan cepat.


Modernisasi dalam Islam adalah gerakan Islam terpadu dan ilmu-ilmu modern (barat). Akibatnya, Islam harus menyesuaikan diri dengan doktrin-doktrin dan prinsip-prinsip keinginan Barat. Dampak dari gerakan ini akan merusak prinsip-prinsip Islam dan mendorong orang-orang Muslim untuk mengakui nilai-nilai modernitas Barat.


Dalam islam, sains dan teknologi sangatlah penting untuk membangun dan mengembangkan peradaban yang kokoh dan tangguh. Seperti halnya para khalifah dahulu, dalam mendorong kaum muslim untuk mencipatakan teknologi dan membuat karya ilmiah untuk mengembangkan dan memanfaatkan Sumber daya alam yang telah tersedia.


Seperti yang telah diketahui para ilmuwan islam seperti al-Khawarizmi ahli matematika, Ibnu Firnas konseptor pesawat terbang, Jabir bin Haiyan bapak kimia, dan masih banyak lagi.


Beliau semua mengerahkan segenap daya dan upaya bemi berkarya untuk umat.

Era digital seperti sekarang ini terus tumbuh semakin cepat dari hari-ke hari. Secara tidak langsung penggunaan teknologi ini meningkat tajam, meningkatnya perkembangan dan pemafaatan Teknologi Informasi yang semakin cepat ini membuat teknologi ini berdampak terhadap banyak bidang tidak terkecuali mengubah baik perilaku masyarakat maupun peradaban manusia. tuturnya. 


Apabila Teknologi Informasi ini bisa di manfaatkan dengan positif maka hasilnya akan baik sehingga menghasilkan keuntungan bagi banyak pihak, akan tetapi sebaliknya jika penggunaan dan pemanafaatan Teknologi Informasi di manfaatkan dengan negatif maka akan merugikan banyak pihak.


Disinilah pentingnya sebagai seseorang yang berkecimpung dalam dunia Teknologi Informasi diperlukannnya memahami serta mengimplementasikan etika dan nilai kebudiluhuran sebagai profesi atau profesional teknologi informasi agar dapat memiliki kesadaran dalam diri seseorang untuk menggunakan dan memanfaatkannya secara positif. Etika dan kebudiluhuran dibutuhkan sebagai pedoman bagi para pengguna di bidang IT agar tidak terjadi pelanggaran atau paling tidak bisa meminimalkan tindak pelanggaran kode etik di bidang IT. 


Maka dari itu  kita  harus memperhatikan  dan  memahami kode etik  dalam profesi Teknologi Informasi. Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional.


PENGERTIAN ETIKA PROFESI


Secara umum, etika profesi (professional ethics) adalah suatu sikap etis yang dimiliki seorang profesional sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam mengembangkan tugasnya serta menerapkan norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) dalam kehidupan manusia(Anhasiholan, no date).


Etika Profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu. Etika profesi sangat berhubungan dengan bidang pekerjaan tertentu yang berhubungan langsung dengan masyarakat atau konsumen.


Etika profesi berperan sebagai sistem norma, nilai, dan aturan profesional secara tertulis yang dengan tegas menyatakan apa yang benar atau baik, dan apa yang tidak benar atau tidak baik bagi seorang profesional. Dengan kata lain, etika profesi dibuat agar seorang profesional bertindak sesuai dengan aturan dan menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan etika profesi.


IMPLEMENTASI ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI


Association for Computing Machinery (ACM) yang didirikan pada tahun 1947, adalah sebuah organisasi komputer professional tertua di dunia. ACM telah menyusun kode etik dan perilaku professional (Code of Ethics and Professional Practice) yang diharapkan diikuti oleh 80.000 anggotanya. Selain itu, Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak(Software Engineering Code of Ethics and Professional Parctice) dibuat dengan tujuan agar bertindak sebagai panduan untuk mengajarkan dan mempraktikkan rekayasa peranti lunak, yaitu penggunaan prinsip-prinsip perancangan dalam pengembangan peranti lunak.


Kode Etik dan Perilaku Profesional ACM. Bentuk kode etik ACM yang ada saat ini diadopsi pada tahun 1992 dan berisikan “keharusan”, yang merupakan pernyataan tanggung jawab pribadi. Kode ini dibagi lagi menjadi empat bagian. Masing-masing keharusan ditulis dengan sebuah narasi singkat. Keharusan Moral Umum.


Keharusan ini berkenaan dengan perilaku moral (member kontribusi kepada masyarakat; menghindari bahaya; berlaku jujur, dapat dipercaya, dan adil) dan isu-isu yang pada saat ini mendapatkan perhatian hokum (hak milik, hak cipta, privasi, dan kerahasiaan).


Tanggung Jawab Profesional yang Lebih Spesifik. Hal ini berkenaan dengan dimensi- dimensi kinerja professional. Isu moral seperti berlaku jujur dalam melakukan evaluasi dan menghargai komitmen dibahas disini. Isu hokum dan tanggung jawab sosial untuk berkontribusi terhadap pemahaman umum mengenai computer juga dibahas. Keharusan Kepemimpinan Organisasi.


Sebagai pemimpin, anggota ACM memiliki tanggung jawab untuk mendukung penggunaan sah sumber daya computer, menstimulasi orang lain di organisasi untuk memenuhi tanggung jawab sosial, memungkinkan pihak lain di dalam organisasi mendapatkan manfaat dari computer, serta melindungi kepentingan para pengguna.


Kepatuhan terhadap Kode Etik. Di sini, anggota ACM harus mengindikasi dukungan untuk kode etik. Kode ACM membahas lima dimensi utama pekerjaan yang berkaitan dengan computer – moral, hukum, kinerja professional, tanggung jawab sosial, dan dukungan internal. Meskipun kode ACM ditujukan untuk pengarahan para anggota ACM, kode ini memberikan panduan yang baik untuk semua professional computer.


Keseimpulan Dan Nilai Kebudiluhuran Dalam  Pemanfaatan IT

1. Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama mengapa masyarakat berminat untuk menggunakan komputer yaitu;

- Kelenturan logika (logical malleability),

Memiliki kemampuan untuk membuat suatu aplikasi untuk melakukan apapun yang diinginkan oleh programmer untuk penggunannya.


- Faktor Transformasi (transformation factors)

Memiliki kemampuan untuk bergerak dengan cepat kemanapun pengguna akan menuju ke suatu tempat.


- Faktor tak kasat mata (invisibility factors).

Memiliki kemampuan untuk menyembunyikan semua operasi internal computer sehingga  tidak  ada  peluang  bagi  penyusup  untuk  menyalahgunakan  operasi tersebut.


Dengan adanya ketiga faktor tersebut di atas maka terdapat implikasi etis terhadap penggunaan teknologi informasi meliputi moral, etika dan hukum. Sebelum di bahas mengenai hukum yang berlaku, ada hak sosial dan komputer (Deborah Johnson) dan hak atas informasi (Richard O. Masson) yang harus dijabarkan.


2. Hak Sosial dan Komputer (Deborah Johnson)

- Hak atas akses computer

Setiap orang berhak untuk mengoperasikan komputer dengan tidak harus memilikinya.


- Hak atas keahlian computer

Pada awal komputer dibuat, terdapat kekawatiran yang luas terhadap masyarakat akan terjadinya pengangguran karena beberapa peran digantikan oleh komputer.


Tetapi pada kenyataannya dengan keahlian di bidang komputer dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak;

- Hak atas spesialis komputer,

Pemakai komputer tidak semua menguasai akan ilmu yang terdapat pada komputer yang begitu banyak dan luas. Untuk bidang tertentu diperlukan spesialis bidang komputer. 


- Hak atas pengambilan keputusan computer

Meskipun masyarakat tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana komputer diterapkan, namun masyarakat memiliki hak tersebut.


3. Hak atas Informasi (Richard O. Masson)

- Hak atas privasi,

Sebuah informasi yang sifatnya pribadi baik secara individu maupun dalam suatu organisasi mendapatkan perlindungan atas hukum tentang kerahasiannya;


- Hak atas Akurasi.

Komputer dipercaya dapat mencapai tingkat akurasi yang tidak bisa dicapai oleh sistem nonkomputer, potensi ini selalu ada meskipun tidak selalu tercapai;


- Hak atas kepemilikan.

Ini berhubungan dengan hak milik intelektual, umumnya dalam bentuk program- program computer yang dengan mudahnya dilakukan penggandaan atau disalin secara ilegal. Ini bisa dituntut di pengadilan;


- Hak atas akses.

Informasi memiliki nilai, dimana setiap kali kita akan mengaksesnya harus melakukan account atau izin pada pihak yang memiliki informasi tersebut. Sebagai contoh kita dapat membaca data-data penelitian atau buku-buku online di Internet yang harus bayar untuk dapat mengaksesnya.


Kedua hak  tersebut  tidak  dapat diambil  oleh  siapapun,  namun  sebagai  pengguna teknologi ini, pengguna harus belajar bagaimana mempunyai etika yang baik dalam berkomputer.

Berikut etika berkomputer, yang nantinya akan mengurangi dampak negatif dari penggunaan komputer, yaitu:


1) Jangan menggunakan komputer untuk merugikan orang lain

2) Jangan melanggar atau mengganggu hak atau karya komputer orang lain

3) Jangan memata-matai file-file yang bukan haknya

4) Jangan menggunakan komputer untuk mencuri

5) Jangan menggunakan komputer untuk memberikan kesaksian palsu

6) Jangan menduplikasi atau menggunakan software tanpa membayar

7) Jangan menggunakan sumberdaya komputer orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan

8) Jangan mencuri kekayaan intelektual orang lain

9) Pertimbangkan konsekuensi dari program yang dibuat atau sistem komputer yang dirancang

10) Selalu   mempertimbangkan   dan   menaruh   respek   terhadap   sesama   saat menggunakan Komputer.


mudah mudahan hasil karya ilmiah untuk memenuhi tugas M.Kom bisa bermanfaat bagi khalayak banyak khususnya Universitas Budi luhur umum nya masyarakat banyak. Pungkasnya Reza (IRGI)