Redaksi
Minggu, 06 Agustus 2023, Agustus 06, 2023 WIB
Last Updated 2023-08-06T03:44:44Z
DaerahPWO Dwipantara

Team PWO DWIPANTARA Napak Tilas Taklukan 4 Gunung Kawasan Rahtawu



Jawa Tengah - Dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan RI yang ke 78,Team DPP PWO DWIPANTARA pada Sabtu (5/8/23), melakukan napak tilas pendakian 4 gunung dikawasan Rahtawu. Napak tilas pendakian pegunungan Rahtawu itu digawangi Ajipati Gunawan wakil ketua umum PWO Dwipantara dibarengi dari beberapa wartawan yang tergabung di pwo Dwipa ada yang dari Kudus,Jepara,Pati,Blora, Grobogan serta Demak.


Napak tilas dimulai pendakian ke gunung puncak 29 (saptorenggo Pertapaan Semar Bodronoyo atau disebut Eyang Ismoyo Jati),gunung tertinggi dikawasan Muria dari ketinggian 1.603 mdpl,didaki team napak tilas dimulai pada pukul 09.30 wib tanggal 27 Juli 2023. kemudian setelah Napak tilas dari gunung puncak Sapto renggo dilanjutkan ke gunung Sapto Argo (pertapaan Resi Abiyoso putra dari Resi Polosoro,Resi Polosoro putra dari Resi Bambang Sakri).


Napak tilas dari team persatuan wartawan online Dwipantara dilakukan sebagai bentuk cinta lingkungan beradaptasi dengan alam raya, sebagaimana tanah jawa dalam versi sejarah pewayangan Mahabarata, tanah tertua di pulau Jawa ada di Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kudus dan Gunung Srandil di Kabupaten Cilacap.


Menurut wartawan angkatan 1998 itu menyebut ,jika napak tilas dilakukan untuk mengingat secara spiritual kepada para leluhur tanah Jawa, hal itu disebutkan dengan banyaknya petilasan di pegunungan Rahtawu,seperti Petilasan Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit pemersatu Nusantara (Dwipantara) petilasan tersebut ada di dukuh semliro Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus.


Di Rahtawu ada puluhan petilasan atau bekas tempat pertapaan leluhur tanah Jawa yang  merupakan tokoh pewayangan yaitu leluhurnya Pandawa. Petilasan-petilasan tersebut diantaranya petilasan Begawan (Resi) Bambang Sakri, Lokajaya, Pandu Dewonoto,Resi Palasara, Resi Abiyoso. Petilasannya menjadikan daya tarik masyarakat  dari luar daerah untuk datang berziarah.


"Kita mengajak teman wartawan yang sepaham  peduli dan berinteraksi dengan alam serta para leluhur, bagaimanapun nenek moyang kita adalah leluhur di tanah jawa".ujar Aji saat tanya beberapa wartawan dari team napak tilas.



Seperti diungkapkan oleh Wartawan Jimat Kalimosodo asal Kudus mengatakan," Kita tidak hanya Napak tilas gunung saja tetapi juga di tempat tempat seperti di Kadilangu Demak,ke makam waliyullah Sunan Muria,Syeh jangkung Saridin Pati,Sunan Ngerang Pati ,Syeh Siti Jenar Jepara juga ke Mojokerto Trowulan tempat kerajaan Majapahit itu juga sudah menjadi agenda team napak tilas,"ujar Jimat sembari melepas topi hitamnya yang dipenuhi keringat dikepalanya.


Kemudian Jatmiko wartawan asal Jekulo itu menimpali, mumpung masih di bulan Suro kita fokuskan bertawasul berziarah kepada para leluhur kita,agar kita mendapatkan restu dari para leluhur tanah Jawa di Nusantara (Dwipantara) apalagi organisasi pers seperti PWO DWIPANTARA sesuai dengan namanya wajib hukumnya dekat dekat berdoa mohon restunya dari para leluhur kita," terang Miko wartawan yang berhoby trabas.


Sementara salah satu warga Rahtawu yang ada gunung pertapaan Resi Abiyoso juga menjelaskan."Masih ada pegunungan lagi yaitu pertapaan Resi Wisnu yang berada di gunung natas angin yaitu lebih tinggi dari pertapaan Resi Abiyoso yang ditempuh dengan jalan curam kiri kanan jurang".ujar Darmi.


Perempuan dua putra yang mengaku menempati di pegunungan pertapaan Resi Abiyoso selama 12 tahun. Kata Perempuan berusia 40 tahun itu lagi,"Kalau ke pegunungan natas angin bisa lewat jalur naga atau jalur bebek,kalau jalur naga lebih cepat tetapi jalan curam di kelilingi jurang kiri kanan".pungkas wanita  berwajah menarik sembari memberi suguhan kopi jahe kepada pelopor napak tilas.(teamnapaktilas pwod)