Redaksi
Rabu, 12 Juli 2023, Juli 12, 2023 WIB
Last Updated 2023-07-12T05:26:06Z
DaerahHukumPolri

YARA Laporkan aksi Penganiayaan Anak Ke Satreskrim Polres Aceh Utara


Aceh Utara -
Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Utara telah melaporkan 3 pelaku yang melakukan tindakan menghakimi sendiri atau aksi Penganiayaan (eigenrichting). 


Penganiayaan tersebut, tepatnya di Desa Tanah Pasir Lapang, Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Penganiayaan itu, dilakukan terhadap korban Zr (15) Tahun. 


Saat itu, Korban sedang bersama temannya duduk disebuah balai yang ada di Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara, 1 pekan yang lalu.


Tidak lama kemudian, datang 3 pemuda terlapor bersama rekannya dan langsung memukul korban dengan mengeroyok secara brutal.


Akibat pengeroyokan tersebut, korban kini mengalami patah gigi sebelah atas dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Cut Meutia.


Akibat pengeroyokan tersebut, Ayah korban beserta keluarga tidak terima, dengan tindakan main hakim sendiri dan telah melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Aceh Utara dengan Nomor : STTLP/73/VII/2023/SPKT/POLRES ACEH UTARA/POLDA ACEH.



Sementara itu, Kepala YARA Perwakilan Aceh Utara, Iskandar PB, menyebutkan, tindakan main hakim sendiri merujuk pada situasi di mana seseorang mengambil hukum di tangannya sendiri tanpa melalui proses hukum yang sah. 


"Ini bisa berarti seseorang melakukan penegakan hukum, hukuman, atau keadilan sendiri tanpa melibatkan lembaga hukum yang berwenang," kata Iskandar, Rabu (12/7).


Lanjut Iskandar, tindakan main hakim sendiri melibatkan individu atau kelompok yang mengambil risiko melakukan tindakan yang seharusnya ditangani oleh sistem peradilan yang sah. 


"Tindakan ini dapat meliputi kekerasan fisik terhadap orang lain, merusak atau menghancurkan anggota tubuh orang lain, serta mengambil tindakan hukum lainnya tanpa otoritas yang sah," ucap Iskandar.


Tambah Iskandar, pelaku nantinya akan terjerat Pasal 355 KUHPidana berbunyi: (1) Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.


"Saat ini, kata Iskandar, kasus ini sudah mulai berjalan di Satreskrim Polres Aceh Utara, dan kita tunggu pemanggilan terhadap beberapa saksi dan pelaku terlebih dahulu," tutup Iskandar.[Alan32]