Redaksi
Sabtu, 10 Juni 2023, Juni 10, 2023 WIB
Last Updated 2023-06-21T09:16:08Z
Daerah

Zulfikar Berharap Penganti Achmad Marzuki Untuk Pj Gubenur Asli Putra Aceh

Foto : Zulfikar - Pemerhati Aceh.(ist) 

Aceh - Memasuki masa purna tugas Pj Gubernur aceh Achmad Marzuki pada 6 juli 2023 mendagri sudah melayangkan surat  Mendagri nomor : 100.2.1.3/2971/SJ tanggal 5 juni 2023 yang ditandatangani oleh Muhammad Tito Karnavian  kepada DPR Aceh 


Berdasarkan amanat Pasal 201 ayat (9) dan ayat (10) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014, tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, telah menegaskan bahwa untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur tahun 2022, diangkat Penjabat Gubernur yang berasal dari Jabatan Pimpinan Tinggi Madya.


DPR Aceh untuk mengajukan 3 nama baik yang sudah ada atau nama baru paling lambat 20 juni 2023  untuk diusulkan menjadi PJ Gubernur Aceh nantinya.



Dalam hal ini Zulfikar Selaku Pemerhati Aceh Meminta Agar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), sudah semestinya dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja PJ Gubernur  Aceh yang sedang bertugas serta melihat dengan seksama nama- nama yang bakal  di ajukan ke Mendagri natinya.Pintanya.


Zulfikar meminta Dpra Aceh untuk peganti Achmad Marzuki nantinya agar di usulkan figur Pemimpin  yang merakyat sehingga mampu membawa perubahan sebagaimana harapan seluruh masyarakat Aceh meskipun hanya menjabat untuk sementara waktu, dan utama putra asli Aceh. Ujar Zulfika pria kelahiran gandapura Bireuen ini, dalam rileas yang dikirim ke redaksi Media kabarseputarindonesia.com, Sabtu,10 juni 2023.


Karena Peran DPRA dalam mengajukan nama-nama  PJ Gubernur harus menjadi keterwakilan  Aceh sehingga ada satu korelasi yang mengikat dalam setiap kebijakan yang diambil dalam memimpin Aceh kedepan, ujar Zul. 


Lanjut Zulfikar, Aceh butuh persatuan bukan perpecahan, perbaikan bukan benturan,keharmonisan bukan kesenjangan, jangan jadikan Aceh objek birahi politik dan ekonomi semata.ayo kita bangun Aceh dengan mengedepankan hati nurani.


Dan Pemerintah pusat harus melihat dan membangun aceh dengan sepenuh hati sehingga terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.tambahnya.[Rill*]